Lampung Selatan – Rencana Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan Lamsel Fest 2026 bertema Spirit of Krakatoa patut diapresiasi sebagai upaya mempromosikan pariwisata, budaya, dan ekonomi daerah. Festival yang menghadirkan berbagai agenda serta artis nasional diharapkan mampu menarik wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka bagaimana festival ini dibiayai dan sejauh mana manfaatnya benar-benar kembali kepada rakyat.
Transparansi menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, Pemkab Lampung Selatan diharapkan menyampaikan secara terbuka sumber pendanaan Lamsel Fest 2026, apakah berasal dari APBD, dukungan sponsor, kerja sama dengan pihak ketiga, CSR perusahaan, maupun sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keterbukaan tersebut penting agar tidak menimbulkan spekulasi maupun persepsi negatif di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui besaran anggaran, rincian penggunaannya, mekanisme pengadaan barang dan jasa, hingga siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, apabila nilai anggaran festival tergolong besar, pelaksanaannya perlu diawasi secara ketat. Audit oleh aparat pengawasan internal pemerintah sesuai kewenangannya merupakan bagian dari mekanisme akuntabilitas. Apabila di kemudian hari ditemukan indikasi penyimpangan yang didukung bukti awal yang memadai, maka audit investigatif oleh lembaga yang berwenang dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, setiap rupiah uang negara benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Di sisi lain, ukuran keberhasilan Lamsel Fest tidak boleh hanya dilihat dari ramainya penonton atau hadirnya artis ibu kota. Indikator yang lebih penting adalah meningkatnya pendapatan UMKM lokal, bertambahnya kunjungan wisata, terbukanya lapangan kerja sementara bagi masyarakat, serta meningkatnya pendapatan asli daerah apabila memang menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan.
Festival ini juga hendaknya memberikan ruang yang lebih luas kepada pelaku seni dan budaya Lampung Selatan. Tari Tuping, budaya Sai Batin dan Pepadun, kuliner khas, kerajinan daerah, serta sejarah Krakatau perlu menjadi identitas utama sehingga masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga semakin mencintai warisan budayanya.
Masyarakat juga berharap kemeriahan festival berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan publik. Pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan dasar masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Pada akhirnya, Spirit of Krakatoa akan memiliki makna yang sesungguhnya apabila semangat tersebut diwujudkan melalui pemerintahan yang transparan, akuntabel, berpihak kepada masyarakat, serta mampu menjaga dan mengangkat budaya serta kearifan lokal Lampung Selatan.
Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Tujuannya bukan untuk menghambat pelaksanaan Lamsel Fest 2026, melainkan mendorong agar festival tersebut sukses, bersih, transparan, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.













