Agam, Ruang News Indonesia –
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama Unsur Pengarah I BNPB Ary Laksmana Widjaja, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Raya. Rombongan berhasil menembus beberapa titik yang sebelumnya terisolasi akibat banjir bandang dan galodo.
Kedatangan rombongan disambut oleh Walinagari Sungai Batang, Ahsin, yang menyampaikan perkembangan terkini terkait situasi di lapangan. Ia menyebut ada tiga jorong yang terdampak, yakni Labuang, Kubu, dan Nagari, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan paling parah.
“Jorong Labuang dan Kubu mengalami dampak terberat. Di Labuang terdapat sekitar 1.200 KK yang diapit dua batang sungai. Biasanya sungai kering, tetapi karena hujan berturut-turut terjadi galodo dan banjir bandang yang menghabiskan lebih dari 70 rumah,” ungkap Ahsin.
Selain rumah hilang tersapu air, pendataan sementara mencatat empat warga meninggal dunia, setelah dua warga hilang sebelumnya ditemukan. Satu warga masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus berlangsung.
Sebagian besar warga kini mengungsi, sementara sebagian lainnya sempat terjebak akibat jalan terputus. Tidak ada korban jiwa di Jorong Kubu, namun masyarakat di wilayah tersebut mengalami trauma berat. Di Jorong Nagari, sekitar 30 persen lahan sawah rusak, sedangkan di Jorong Kubu kerusakan lahan mencapai 100 persen.
Akses vital juga terdampak parah. Jalan menuju Museum Buya Hamka dilaporkan putus total, termasuk jembatan Kemoyo–Batang Ranggeh. Meski demikian, pasokan makanan dinilai masih aman untuk beberapa hari ke depan.
Namun kondisi berbeda terlihat di Jorong Labuang, yang hingga kini belum tersentuh bantuan. Titik-titik pengungsian di wilayah tersebut membutuhkan penerangan dan perbaikan akses lingkungan secara mendesak.
BNPB: Fokus Utama Evakuasi, Shelter, dan Pembukaan Akses
Unsur Pengarah I BNPB, Ary Laksmana Widjaja, menegaskan bahwa penanganan bencana harus dimulai dari penyelamatan korban dan respons cepat tanggap darurat.
“Kita harus memperkecil korban, memastikan evakuasi berjalan, membentuk shelter, dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Kami sangat membutuhkan data lengkap agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menyebut pengiriman bantuan menggunakan helikopter sangat mungkin dilakukan apabila laporan kebutuhan telah terkoordinasi dengan baik. Saat ini BNPB memprioritaskan pembukaan akses jalan dan pemulihan jaringan komunikasi.
Saat ini 20 alat berat telah dikerahkan dan akan ditambah sesuai kebutuhan, termasuk permintaan tambahan ekskavator untuk wilayah Tanjung Raya.
Pemerintah Daerah Pastikan Gerak Cepat
Menanggapi laporan masyarakat, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat memenuhi kebutuhan mendesak warga.
“Kami prioritaskan akses makanan dan obat-obatan, terutama ke lokasi yang masih terisolasi. Kita semua sedang berduka, tetapi kita akan berusaha sekuat tenaga menolong masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut pemerintah mulai merancang langkah mitigasi lanjutan, termasuk pembahasan mengenai hunian sementara dan opsi relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Sementara itu, Dandim 0304 Agam, Letkol Inf Dwi Santoso, menegaskan pentingnya pengecekan kondisi lapangan sebagai acuan utama penyaluran bantuan.
“Prioritas kita memastikan kondisi terparah dan wilayah terisolasi. Dengan data akurat, koordinasi akan lebih lancar dan bantuan dapat tepat sasaran,” jelasnya.
Ruang News Indonesia
Berpihak pada kebenaran, menyuarakan fakta apa adanya, tanpa kepentingan.
Follow informasi resmi penanganan bencana dan tetap waspada cuaca ekstrem.













