Padang Ruang News Indonesia —
Deretan bencana hidrometeorologi yang melanda 13 kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terus menorehkan luka mendalam. Data terbaru per Selasa (2/12/2025) pukul 09.00 WIB mencatat 193 korban meninggal dunia, dengan 161 di antaranya telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa perkembangan data masih sangat dinamis.
“Tercatat 116 orang masih dilaporkan hilang pada pukul sembilan pagi ini. Angka ini fluktuatif karena laporan keluarga korban terus bertambah. Semoga tidak ada penambahan dan proses pencarian dapat berjalan lebih mudah,” ujar Arry dalam konferensi pers di Padang.
Di sisi lain, jumlah warga mengungsi meningkat drastis. Berdasarkan laporan resmi Dinas Sosial Kabupaten/Kota, sebanyak 17.402 jiwa kini berada di pos-pos pengungsian yang tersebar di berbagai titik. Arry juga menyebutkan bahwa sebagian wilayah masih terisolasi, sehingga pendataan diperkirakan masih dapat bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Operasi Pencarian Memasuki Hari Kelima: Akses Rusak Jadi Tantangan Utama
Inspektorat Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen Heri Susanto, menyampaikan bahwa operasi penanganan bencana telah memasuki hari kelima.
“Basarnas, BNPB, TNI, dan Polri terus melakukan pencarian mengikuti waktu operasi yang ditetapkan pemerintah. Fokus utama kami adalah memastikan bantuan logistik dan pembukaan akses agar daerah-daerah terisolasi bisa segera dihubungkan,” tegas Heri.
Penatakelola Pencarian dan Pertolongan Ahli Madya Basarnas, Djefri DT, merinci pengerahan personel:
- 1.154 petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat
- Tambahan 150 personel dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat
- 3 helikopter disiagakan untuk evakuasi medis dan distribusi logistik
- 2 kapal SAR stand by di pelabuhan untuk memperkuat operasi
Namun, kendala di lapangan tidak ringan.
“Lokasi terdampak terbanyak berada di Kabupaten Agam. Sekitar 70 korban masih harus dievakuasi. Tantangan terbesar adalah medan berat dan minim alat berat. Para rescuer kini bahkan membutuhkan vaksin karena risiko paparan bakteri dari jenazah yang ditemukan lebih dari lima hari,” ujar Djefri.
Pemerintah: Fokus pada Penyisiran, Evakuasi, dan Penanganan Pengungsi
Pemprov Sumbar menegaskan bahwa pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sembari memastikan:
- Kelanjutan pencarian korban hilang
- Evakuasi korban selamat
- Kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar para pengungsi
- Pemulihan akses transportasi di titik terdampak
Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri.
Penutup Khas Ruang News Indonesia
Ruang News Indonesia menyampaikan duka mendalam bagi seluruh keluarga korban. Ketika alam menguji, solidaritas adalah kekuatan terbesar. Negara wajib hadir — cepat, tepat, dan tanpa menunda.
(Sumber BNPB Sumbar)













