Tragedi di Lampung Selatan: Keluarga Terjebak di Rumah Reot, Pemerintah Dimana?

Lampung Selatan, RuangNewsIndonesia.Com – Di tengah gemerlap pembangunan, ironi kehidupan menghantam Bini, seorang warga Dusun Trimulyo 1, Desa Karangraja, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan. Bersama suami renta dan seorang wanita tunarungu, Bini terpaksa mendekam di gubuk reyot yang lebih pantas disebut kandang daripada rumah. Tempat tinggal mereka adalah aib bagi kemanusiaan, sebuah potret kemiskinan ekstrem yang mencoreng wajah daerah Minggu (10/8/2025).

Rumah Bini bukan sekadar tidak layak huni, tapi juga mengancam nyawa. Dinding tripleknya menganga, siap ambruk kapan saja. Atapnya bolong-bolong, membiarkan air hujan mencabik-cabik impian mereka setiap malam.

Janji-janji manis pemerintah hanya menjadi lelucon pahit di tengah penderitaan mereka. Petugas datang, meninjau, lalu menghilang tanpa jejak.

“Kami sudah tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Pemerintah seolah menutup mata dan telinga,” ratap Bini dengan suara bergetar. “Setiap hujan, kami menggigil ketakutan. Dinding ini bisa roboh menimpa kami kapan saja.”

Warga sekitar geram dengan pembiaran ini. Mereka mempertanyakan nurani para pejabat yang tega membiarkan keluarga Bini hidup dalam kondisi mengenaskan.

“Ini bukan lagi soal bantuan bedah rumah, tapi soal kemanusiaan. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum tragedi terjadi,” ujar seorang tetangga dengan nada berang.

Kisah Bini adalah tamparan keras bagi pemerintah daerah. Di mana hati nurani kalian? Sampai kapan kalian akan membiarkan rakyat sendiri hidup dalam kemelaratan dan ketakutan? Jangan biarkan tragedi ini menjadi noda abadi dalam sejarah Lampung Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *