Kisah Pilu Saiful Arif: Pemuda Lampung Selatan Lumpuh Tujuh Tahun Akibat Jatuh dari Pohon

Lampung Selatan, RuangNewsIndonesia.Com– Saiful Arif (25), seorang pemuda asal Dusun Purwerejo, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, harus menjalani hari-harinya dengan kondisi memprihatinkan. Sudah tujuh tahun lamanya ia hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat kelumpuhan yang dideritanya.

Kejadian nahas yang menimpa Saiful bermula ketika ia terjatuh dari pohon sengon saat sedang mencari ramban (pakan ternak) untuk kambingnya. Sejak saat itu, ia harus bergantung pada bantuan keluarga untuk segala keperluannya, mulai dari makan, minum, hingga mandi.

Saiful tinggal bersama neneknya, Sairah, di sebuah rumah yang jauh dari kata layak. Rumah berukuran 4×6 meter itu berdinding bambu, beralaskan tanah, dan untuk memasak pun mereka masih menggunakan tungku tradisional.

Sairah, dengan penuh kasih, menceritakan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk kesembuhan cucunya. “Dulu sudah pernah saya obatkan ke rumah sakit, tapi belum sembuh juga. Habis itu juga saya pijatkan ke ahli saraf yang saya datangkan ke rumah,” ujarnya dengan nada sedih.

Nenek Sairah juga menambahkan bahwa ia dan orang tua Saiful Arif bersama-sama merawat Saiful karena rumah orang tuanya yang kecil dan terbatas. Ayah Saiful Arif sendiri bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang tidak seberapa dari hasil bertani telah habis untuk biaya pengobatan Saiful, namun kesembuhan belum juga datang.

“Harapan saya sebagai nenek, ingin sekali dia seperti teman-teman seusianya. Bisa jalan lagi dan sehat. Kini hanya bisa berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk bisa menyembuhkan Saiful Arif,” imbuhnya.

Dengan penghasilan yang terbatas, pengobatan Saiful pun seringkali tertunda. Namun, Sairah dan keluarganya tetap bersyukur atas kesehatan dan umur panjang yang masih diberikan. Mereka berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memberikan bantuan pengobatan yang layak dan gratis, sehingga Saiful Arif bisa sembuh dan kembali hidup normal.

Saiful Arif sendiri masih mengingat jelas kejadian yang menimpanya tujuh tahun silam. “Saat itu saya berusia sekitar 18 tahun. Saya jatuh di kebun saat sedang mengambil ramban untuk kambing. Jatuhnya dari ketinggian 4 meter lebih. Mungkin ada saraf belakang saya yang putus, sehingga saya harus seperti ini,” kenangnya.

Kisah Saiful Arif ini adalah potret perjuangan seorang pemuda dan keluarganya di tengah keterbatasan. Uluran tangan dari para dermawan dan perhatian dari pemerintah sangat diharapkan untuk membantu Saiful Arif mendapatkan pengobatan yang layak dan meraih kembali kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *