Gorontalo Masuk Tiga Besar Nasional, Capaian Konsumsi Tablet Tambah Darah Remaja Putri Tembus 64,57 Persen

GORONTALO – Provinsi Gorontalo mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati posisi tiga besar dalam capaian konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar bagi remaja putri. Capaian sebesar 64,57 persen tersebut menunjukkan adanya peningkatan upaya pencegahan anemia melalui program kesehatan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertanggal 4 November 2026, capaian konsumsi TTD sesuai standar secara nasional tercatat sebesar 42,56 persen dari total 11.069.712 sasaran remaja putri. Sementara itu, Gorontalo berhasil mencapai sekitar 64,57 persen, jauh melampaui angka nasional.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama melalui penguatan program kesehatan, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif satuan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari ketersediaan tablet, tetapi juga dari tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsinya sesuai ketentuan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan komitmen berbagai pihak. Kami terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola program, memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah, serta meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri,” ujar Anang, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, pemantauan secara rutin di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program berjalan efektif. Dalam hal ini, guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki peran strategis untuk mendampingi sekaligus mengawasi kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD.

Selain itu, keterlibatan kader kesehatan remaja juga dinilai penting untuk memperluas edukasi melalui pendekatan teman sebaya.

“Guru UKS dan kader kesehatan remaja memiliki peran strategis dalam memastikan program ini berjalan di lingkungan sekolah. Kami berharap pemantauan minum TTD semakin baik dan para remaja putri semakin memahami bahwa konsumsi TTD secara teratur merupakan investasi bagi kesehatan mereka,” tambahnya.

Program pemberian Tablet Tambah Darah merupakan salah satu langkah pencegahan anemia, khususnya anemia akibat kekurangan zat besi. Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak terhadap kebugaran tubuh, konsentrasi belajar, hingga kesehatan remaja putri dalam jangka panjang.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan sektor pendidikan, tenaga kesehatan, pihak sekolah, guru UKS, serta kader kesehatan remaja guna mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian program.

Meski telah menembus tiga besar nasional, tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut berjalan konsisten dan menjangkau seluruh sasaran di setiap kabupaten/kota.

Capaian ini diharapkan tidak berhenti sebagai angka keberhasilan statistik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan generasi muda, khususnya remaja putri di Provinsi Gorontalo.(MCGorontalo)

Ruang News Indonesia
Berita dan informasi terbaru, terupdate dan terpercaya.

Ruang News Indonesia membuka seluas-luasnya ruang koreksi dan hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Pers serta berkomitmen menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan Kode Etik Jurnalistik.

#RuangNewsIndonesia #Gorontalo #Kesehatan #TabletTambahDarah #CegahAnemia #RemajaPutri #Kemenkes #KesehatanNasional

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *