Bandar Lampung (RuangNewsIndonesia.Com) – Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, tersembunyi kisah pilu sekaligus inspiratif dari seorang remaja bernama Gina Dwi Sartika (16). Gina, yang sempat menjadi korban bullying karena profesi ibunya sebagai pemulung, kini kembali tersenyum berkat sentuhan kepedulian dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Rumah kontrakan itu menjadi saksi bisu perjuangan Misna Megawati (42), seorang ibu tunggal yang membesarkan enam orang anak dengan mengumpulkan barang rongsokan. Penghasilan tak menentu, sekitar Rp600 ribu per bulan, harus dibagi untuk membayar kontrakan Rp300 ribu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, keluarga ini harus berpuasa selama berhari-hari karena tak ada makanan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Gina menyimpan mimpi besar untuk menjadi seorang dokter. Namun, mimpi itu sempat meredup saat ia menjadi korban bullying di SMPN 13 Bandar Lampung. Ejekan dan hinaan dari teman-temannya membuatnya kehilangan semangat belajar hingga akhirnya memilih untuk berhenti sekolah dan membantu ibunya mencari nafkah.
Kisah Gina yang memilukan ini sampai ke telinga Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Tergerak oleh semangat dan mimpi Gina yang hampir padam, Gubernur Mirza langsung mengutus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, untuk menjenguk dan memberikan bantuan.
Bak oase di padang gurun, kedatangan Thomas Amirico membawa harapan baru bagi Gina dan keluarganya. Gubernur Mirza tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi agar Gina kembali bersekolah dan meraih cita-citanya.
“Bapak Gubernur berpesan, kalian harus kuat dan terus semangat. Jangan minder. Pemerintah akan bantu agar kalian bisa sekolah sampai tamat,” ujar Thomas Amirico saat mengunjungi rumah Gina.
Air mata haru Misna tak terbendung saat mendengar janji bantuan dari pemerintah. Ia tak menyangka, di tengah kesulitan hidup yang mendera, masih ada pihak yang peduli dan mau membantu mewujudkan mimpi anak-anaknya.
Kini, Gina kembali bersemangat untuk belajar. Ia berjanji akan belajar dengan giat agar bisa meraih cita-citanya menjadi seorang dokter dan mengangkat derajat keluarganya. Kisah Gina adalah bukti bahwa mimpi bisa diraih, asalkan ada kemauan dan dukungan dari orang-orang di sekitar kita.
Gubernur Mirza dengan kepeduliannya tidak hanya menyelamatkan masa depan Gina, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kita semua untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.













