Pidato di PBB, Presiden Prabowo Tegaskan Posisi Strategis Indonesia di Kancah Global

Jakarta (RuangNewsIndonesia.Com) – Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi atas pidatonya di Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. PBB mengakui diplomasi Indonesia yang konsisten membela kepentingan negara berkembang dalam aliansi Selatan-Selatan atau Global South. Sikap ini mencerminkan politik bebas aktif Indonesia yang mengutamakan multilateralisme, keadilan, dan perdamaian.

Menurut Emir Chairullah, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia, dalam era yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus membuka diri untuk menjalin aliansi dengan berbagai negara, sambil tetap memperjuangkan kepentingan nasional.

Bergabungnya Indonesia ke BRICS setelah pelantikan Prabowo sebagai Presiden pada Oktober 2024 menunjukkan posisi strategis negara ini. Di sisi lain, Indonesia juga sedang memproses aksesi keanggotaan di OECD. Emir berharap pidato Presiden Prabowo menekankan kedaulatan Palestina dan menghentikan agresi Israel, serta mendukung Deklarasi New York tentang Two State Solutions.

Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato pada Selasa, 23 September 2025, pukul 09.00 waktu New York atau pukul 20.00 WIB, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat. Kehadiran ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian, kerja sama internasional, dan pembangunan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *