“Konco Yasinan’ Berdiri di Antara Asap Ngaben: Ketika Solidaritas Lintas Iman Lebih Tinggi dari Sekadar Politik”

Lampung Selatan (RuangNewsIndonesia.Com) – Di Desa Balinuraga, Way Panji, asap dupa mengepul di tengah ritual Ngaben. Di antara barisan umat Hindu yang berpakaian serba putih, seorang pria berkacamata hitam berdiri, menyimpan duka mendalam. Dia adalah Dwi Riyanto, atau yang lebih dikenal sebagai “Konco Yasinan,” anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Gerindra.

Sebagai seorang Muslim yang taat, kehadirannya di upacara pembakaran jenazah Made Sukintre, politisi senior dari Fraksi Golkar, adalah bentuk penghormatan terakhir seorang sahabat. Lebih dari sekadar kolega, Made Sukintre adalah sosok “bapak” bagi Dwi dan banyak politisi muda lainnya.

“Beliau bukan cuma kolega, beliau seperti bapak bagi kami yang muda-muda,” ujar Dwi dengan suara pelan, menggambarkan kehilangan yang mendalam.

Kehadiran “Konco Yasinan” di tengah ritual Ngaben menjadi simbol solidaritas lintas umat, melampaui perbedaan keyakinan. Made Sukintre, meski telah duduk di DPRD selama tiga periode sejak 2014, tetap dikenal sebagai petani sejati dan sosok yang membumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *