Tulang Bawang Barat, (RuangNewsIndonesia.Com) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Suhendri, mengecam buruknya pelayanan serta fasilitas di RSUD Tubaba yang dinilai jauh dari standar minimal pelayanan kesehatan, pada Sabtu (22/11/2025).
Suhendri menilai pihak rumah sakit telah mengabaikan kualitas pelayanan yang seharusnya menjadi prioritas. Menurutnya, tindakan tersebut merugikan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan cepat, layak, dan profesional.
“Manajemen RSUD Tubaba harus segera dievaluasi. Ini menyangkut keselamatan dan hak masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah beserta instansi terkait perlu turun tangan melakukan penataan menyeluruh agar persoalan pelayanan tidak terus berulang.
Kritik tersebut sekaligus mengingatkan kembali pernyataan Penjabat Sekretaris Daerah Tubaba, Perana Putra, yang beberapa waktu lalu menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib mengedepankan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“SPM bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen moral pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Perana dalam sebuah forum rapat.
Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulang Bawang Barat kembali menjadi sorotan publik setelah berbagai keluhan mengenai fasilitas, kebersihan, dan standar pelayanan dasar mencuat dari pasien serta keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, pada Sabtu (22/11/2025)
Seorang pasien kelas I yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi ruang perawatan yang dinilai jauh dari standar kenyamanan.
“Ampun benar, Bang. Nyamuk di dalam ruangan banyak sekali, seperti sarangnya memang di kamar pasien. Air juga sering bermasalah, kadang mengalir kadang tidak keluar sama sekali,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kebersihan dan Sanitasi Dipertanyakan
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Kondisi ruangan yang dipenuhi nyamuk menunjukkan lemahnya pengendalian sanitasi serta minimnya upaya fumigasi yang seharusnya rutin dilakukan di fasilitas kesehatan. Pada tingkat rumah sakit, gangguan nyamuk tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan pasien, khususnya mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Ketidakstabilan fasilitas air bersih juga dinilai sebagai bentuk kelalaian pengelolaan, mengingat ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar dalam layanan medis, kebersihan alat, hingga kebutuhan pasien.
Dalam pemantauan media di lapangan, ditemukan penggunaan styrofoam sebagai wadah penyimpanan bok darah. Penggunaan bahan tersebut tidak sesuai standar, yang seharusnya memakai cooling box atau alat penyimpanan medis khusus untuk menjaga suhu dan higienitas darah.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pemenuhan standar prosedur kesehatan di RSUD Tubaba. Penyimpanan darah yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan kerusakan kualitas darah dan membahayakan pasien yang membutuhkannya.
Lingkungan Rumah Sakit Kurang Terawat
Kritik juga datang dari keluarga pasien yang menyoroti kondisi halaman dan area sekitar rumah sakit yang tampak tidak terawat. Rumput liar tumbuh subur di sekitar bangunan tanpa adanya pemeliharaan rutin. Kondisi tersebut menciptakan kesan kumuh dan menambah kekhawatiran masyarakat akan kurangnya kepedulian manajemen dalam menjaga kebersihan dan kesejukan lingkungan RSUD Tubaba.
“Sampai halaman rumah sakit saja seperti tidak pernah disentuh. Rumput tinggi di mana-mana. Bagaimana mau nyaman pasien berobat kalau lingkungannya saja seperti ini?” keluh salah satu keluarga pasien.
Perlu Evaluasi Serius dari Manajemen dan Pemerintah Daerah
Rentetan keluhan ini memperlihatkan bahwa RSUD Tubaba membutuhkan perhatian dan evaluasi menyeluruh, baik dari manajemen internal maupun pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan. Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan seharusnya memberikan layanan terbaik, higienis, dan profesional sesuai standar kesehatan nasional.
Kondisi yang terjadi saat ini justru menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
“Sampai berita ini diterbitkan,pihak menejemen rumah sakit belum memberikan tangapan. (*)













