Merbau Mataram, Lampung Selatan, Ruang News Indonesia — Polemik dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Karang Raja memanas setelah Kepala Desa Karang Raja memberikan pernyataan resmi. Ia mengaku telah mengumpulkan seluruh ketua kelompok PKH untuk memastikan kebenaran isu pemotongan yang ramai beredar, Selasa (2/12/2025).
Dalam pertemuan itu, menurut keterangan Kepala Desa, semua ketua kelompok menyatakan tidak pernah melakukan pemotongan dana apa pun kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantahan ini bahkan disebut disampaikan secara kompak tanpa satu pun yang menyatakan hal berbeda.
Namun, yang terjadi di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar.
Salah seorang KPM yang ditemui media mengaku jelas-jelas adanya pemotongan pada momen pencairan PKH. KPM tersebut menyebut pemotongan bahkan dianggap sebagai kegiatan yang sudah terjadi berkali-kali dan bukan hal baru.
Bantahan ketua kelompok vs pengakuan KPM ini membuat publik bertanya-tanya: siapa yang sebenarnya berbicara jujur?
Tak sedikit pihak yang menilai peristiwa ini seperti mengulang pola kasus di Desa Batu Agung — di mana pada awalnya semua pihak terkait membantah keras, namun ketika kasus mencuat, akhirnya menerbitkan pernyataan siap mengembalikan uang hasil pemotongan.
Publik pun mulai menaruh perhatian serius, mengingat:
Pengembalian uang tidak menghapus proses hukum.
Jika pungutan terbukti melanggar, pengembalian hanya dapat meringankan, bukan menghilangkan pertanggungjawaban pidana.
Situasi ini dianggap semakin sensitif karena menyangkut bantuan sosial untuk warga miskin. Maka, bantahan tanpa tindakan transparan dianggap bukan menyelesaikan persoalan, tetapi justru memperbesar kecurigaan publik.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pendamping PKH, Dinas Sosial, maupun aparat penegak hukum terkait dugaan pemotongan PKH di Desa Karang Raja. Warga kini menunggu langkah nyata dan investigasi terbuka, bukan sekadar bantahan.
Catatan redaksi
Tulisan ini mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ruang News Indonesia siap memuat hak klarifikasi dari pihak mana pun yang ingin memberi penjelasan lebih lanjut.
Sumber sengaja disembunyikan selain permintaan narasumber juga demi keamanan pada berita di atas.
Ruang News Indonesia — Tegas, Kritis, dan Berpihak pada Kebenaran Publik.













