Sumedang, Ruang News Indonesia — Publik kembali dibuat terdiam, lalu tertawa miris. Seorang guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, viral setelah menerima honor pertamanya hanya sebesar Rp15 ribu.
Ya, Rp15 ribu. Angka yang biasanya cukup untuk:
- dua gorengan dan es teh, atau
- parkir motor seharian di tempat yang “agak niat”, atau
- sekadar jadi bukti bahwa negara masih ingat… meski sebentar.
Honor tersebut diterima guru bernama Fatliza Nur Amalina, setelah dipotong iuran BPJS Kesehatan. Video curhatnya pun ramai dibicarakan netizen, yang sekali lagi menyoroti isu klasik: kesejahteraan guru yang sering dipuji, tapi jarang dipenuhi.
Curhat, Bukan Keluh Kesah
Fatliza menegaskan unggahannya hanya bentuk curhat, bukan keluhan sebagai tenaga pendidik. Ia bahkan tetap menyatakan mencintai profesinya sebagai guru.
Dan di sinilah publik semakin miris:
ketika seorang guru masih harus menjelaskan bahwa ia “tidak mengeluh”, hanya karena menceritakan kenyataan.
Seolah-olah kesejahteraan guru itu topik sensitif, padahal yang sensitif justru harga beras.
Pemkab Sumedang Beri Penjelasan
Menanggapi sorotan, Bupati Sumedang menjelaskan bahwa sebelum menjadi PPPK paruh waktu, para guru masih menerima tambahan penghasilan dari Dana BOS.
Namun setelah menjadi ASN paruh waktu, mereka tidak lagi diperbolehkan menerima dana BOS, sehingga terjadi penyesuaian penghasilan.
Singkatnya:
status naik, dompet turun.
ASN naik kelas, tapi “bonus” dicabut.
Mirip promosi jabatan, tapi gaji disuruh ikhlas.
Bupati menyebut saat ini pihaknya tengah berupaya memperjuangkan agar guru PPPK paruh waktu yang kehilangan tambahan penghasilan dapat kembali memperoleh dukungan, termasuk kemungkinan melalui skema dana BOS.
Rp15 Ribu dan Realitas Pendidikan
Kasus ini bukan sekadar soal angka kecil, tapi soal pesan besar:
di negeri ini, pendidikan selalu disebut prioritas…
tapi kadang yang diprioritaskan hanya seremoninya.
Kalau gaji guru Rp15 ribu, mungkin bukan guru yang harus “mengajar lebih ikhlas”.
Mungkin sistemnya yang harus lebih waras.
Penutup Khas Ruang News Indonesia
Kalau guru masih bisa bertahan dengan Rp15 ribu, berarti yang luar biasa bukan sistemnya.
Tapi kesabaran gurunya.
Ruang News Indonesia — Tajam, Berimbang, Mengawal Fakta.













