Lampung Selatan, (RuangNewsIndonesia.Com) – Warga Dusun Damar Lega, Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, dibuat geram dengan ulah Dedi (30), seorang dukun yang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap enam orang perempuan, termasuk anak di bawah umur. Ironisnya, aksi bejat tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kepercayaan masyarakat melalui kedok ritual penggandaan uang. Dukun cabul ini juga diduga mengonsumsi narkoba dan mengaku memiliki kekuatan gaib untuk meyakinkan para korbannya.
Modus yang digunakan Dedi terbilang klasik, namun ampuh menjerat para korban yang umumnya tengah mengalami masalah ekonomi atau tergiur dengan iming-iming kekayaan instan. Ia menjanjikan kemampuan menggandakan uang melalui serangkaian ritual khusus yang dilakukannya di dalam kamar.
Namun, alih-alih mendapatkan kekayaan berlipat ganda, para korban yang terperdaya justru menjadi sasaran pelecehan seksual. Dengan dalih ritual khusus, Dedi tega menyetubuhi seorang anak yang masih duduk di kelas 5 SD dan mencabuli lima korban lainnya, yang terdiri dari dua istri orang dan dua gadis dewasa.
Kecurigaan warga bermula ketika salah satu korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada seorang tokoh pemuda setempat. Tokoh pemuda yang juga merupakan Ketua LSM GMBI Pokja Desa Suka Banjar, kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
Saat penggerebekan di rumah Dedi, polisi menemukan sejumlah foto wanita yang diduga merupakan korban lainnya. Selain itu, ditemukan pula alat hisap sabu (bong) yang disembunyikan di bawah tempat tidur pelaku, semakin memperkuat dugaan bahwa Dedi juga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Kapolsek Sidomulyo melalui Kanit Reskrim, Sigit, membenarkan penangkapan Dedi dan menyatakan bahwa kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Selatan.
Dedi kini mendekam di sel tahanan Polres Lampung Selatan dan terancam hukuman berat atas perbuatan cabulnya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar tidak mudah terperdaya oleh iming-iming kekayaan instan dan praktik spiritual yang tidak jelas. Masyarakat diingatkan bahwa kekayaan sejati hanya dapat diperoleh melalui kerja keras dan usaha yang halal.
Ruang News Indonesia Berita dan Informasi Terbaru, Terupdate dan Terpercaya













