Diduga Oknum Bidan Di Way Sulan Salah Suntik, Pasien Hingga Meninggal Dunia

Lampung Selatan, RNI.COM– Mendapatkan informasi dari keluarga korban kecelakaan yang di duga di tanganin oleh satu bidan yang salah penanganan yang menyebabkan infeksi tangan dan meninggal dunia pada Rabu (14/03/2024).

Menurut keterangan dari keluarga korban “W” menyampaikan, korban mendapatkan musibah kecelakaan dan dibagian lengan mengalami luka robek, melihat kondisi korban yang begitu parah langsung di larikan ke salah satu bidan di kecamatan way sulan.

“Karena luka terlalu dalam korban kecelakaan di bawa ke rumah tempat bidan praktek untuk minta di tangani masalah luka sobek di bagian tangan setelah di bawa ke klinik langsung di tangani oleh satu bidan berinisial (P), korban langsung di tangani di bagian yang luka di cuci dan di bersihkan lalu di suntik bius tangan agar bisa di jahit,” terangnya.

Selanjutnya, ironis setelah di jahit dan di rapihkan bagian tangannya dan dibagian pantat korban disuntikkan diduga obat berjenis pencegahan tetanus dan vaksin.

“Salah satu bidan yang bertugas diklinik tersebut menyampaikan bahwa korban telah di suntikan obat pencegah tetanus dan vaksin, ” jelas keluarga korban menirukan salah satu petugas bidan yang bertugas diklinik tersebut.

Sementara itu, red awak media mencoba mendatangi kediaman yang di duga bidan di Kecamatan Way sulan yang menangani “Y” setelah mengalami kecelakaan, bidan pun menyampaikan, bahwa benar Korban “Y” yang mengalami kecelakaan dari motor, langsung di tangani dan mendapat pertolongan pertama serta membersihkan dan menjahit setelah itu di suntikan obat pencegah tetanus teksoin dan boleh di suntikan di bagian pantatnya.

“itukan sama aja karena obat pencegah tetanus, setelah rapih dan di kasih obat antibiotik dan parasetamol setelah itu korban pun pulang dan saya gak tau perkembangan seperti apa karena tidak lagi datang kontrol untuk memeriksa lagi kondisinya hingga sampai hari ini,” ujarnya bidan yang ada diklinik tersebut.

Setelah enam hari kemudian “Y” mengalami tidak bisa bicara dan menggerakkan badannya, keluarga korban langsung membawa ke salah satu rumah sakit yang ada di Lampung Selatan untuk penanganan lebih lanjut karena sudah tidak bisa bicara.
Sesampainya di rumah sakit “A” salah satu Dokter di rumah sakit menjelaskan, untuk mencoba mempertanyakan kembali kepada bidan yang menangin pasien tersebut, seharusnya pasien waktu penanganan di suntikan obat tetanus di bagian tangan bukan di bagian bokongnya agar pencegahannya tidak menyebar luas ke bagian lainnya.
“Coba tanyakan kejelasannya statusnya sebagai bidan apa, ” ungkapnya.

Di tempat terpisah, awak media pun mendapatkan informasi dari mantan KUPT kesehatan bahwa kalau bidangnya bidan hanya bisa menangani ibu hamil, posyandu, anak-anak balita buka menangani pasien yang bukan foksinya.
Usut punya usut salah satu bidan yang berada di Kabupaten Lampung Selatan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setahu saya sih dulu dia (Menyebutkan nama bidan yang menangani Korban “Y” – red) bertugas sebagai bidan desa.

“Jadi dia ini dulu adalah bidan desa dan memang sudah malas sebenarnya untuk membantu ibu-ibu yang melahirkan karena membantu persalinan itu capek dan kurang tidur apabila ada yang melahirkan, ” pungkasnya.

(Red.AC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *