Lampung Selatan (RuangNewsIndonesia.Com) — Baru beberapa hari setelah dinyatakan rampung, rabat beton pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lematang–Batas Kota Bandar Lampung di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, mulai menunjukkan kerusakan di sejumlah titik. Retakan memanjang dan patahan yang menembus bagian dasar memunculkan tanda tanya besar mengenai kualitas pengerjaan proyek bernilai Rp 2,49 miliar tersebut.
Pantauan lapangan pada Minggu (16/11/2025) memperlihatkan beberapa ruas rabat beton telah retak dan patah. Potongan beton tampak terbelah hingga meninggalkan rongga pada lapisan pondasi.
Dugaan Masalah Pemadatan dan Ketebalan Beton
Warga setempat menduga kerusakan itu terjadi akibat pemadatan dasar rabat beton yang tidak maksimal. Selain itu, ketebalan beton yang disinyalir tidak memenuhi spesifikasi—diperkirakan kurang 10 sentimeter—menjadi salah satu faktor yang disorot.
“Belum dilewati kendaraan sudah patah. Ini menandakan ada yang tidak beres,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Warga lainnya menunjukkan titik keretakan yang membentang. “Ini bukan retak rambut. Ini patah, sampai ke bawah,” ucapnya.
Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Wilby Prima Perkasa berdasarkan Kontrak Nomor 206/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2025 dengan sumber anggaran APBD Lampung Selatan Tahun 2025 sebesar Rp 2.491.278.684. Proyek ini disebut sebagai salah satu pekerjaan strategis yang menghubungkan kawasan Lematang dengan Kota Bandar Lampung.
Kekecewaan Warga: ‘Kami Menunggu Bertahun-tahun’
Warga Desa Sabah Balau mengaku telah lama menunggu perbaikan jalan tersebut. Kerusakan yang muncul dalam waktu singkat memunculkan kekhawatiran bahwa kualitas pekerjaan tidak akan bertahan lama.
“Baru selesai saja sudah retak. Bupati harus melihat kondisi ini. Kalau dibiarkan, umur jalan ini tidak akan lama,” kata seorang warga lainnya.
Sebagian warga mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode kerja kontraktor. Mereka menilai perbaikan seadanya tidak cukup, mengingat kerusakan telah terjadi pada bagian struktur dasar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor CV Wilby Prima Perkasa belum memberikan penjelasan terkait kerusakan tersebut. Upaya konfirmasi ke Dinas PUPR Lampung Selatan juga belum mendapatkan tanggapan.
Redaksi akan terus mengupayakan klarifikasi dari pihak terkait, termasuk memastikan kajian teknis mengenai penyebab retakan dini dan kemungkinan ketidaksesuaian spesifikasi proyek.
Ruang News Indonesia berkomitmen menghadirkan informasi yang jujur, tajam, dan berpihak pada kepentingan publik. Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menghadirkan laporan lanjutan begitu pihak terkait memberikan klarifikasi resmi.














