Lampung Selatan, (RuangNewsIndonesia.Com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi cerdas untuk mencetak generasi emas di SDN 1 Pardasuka, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, justru menjadi mimpi buruk bagi para orang tua murid. Bagaimana tidak, alih-alih mendapatkan makanan bergizi, anak-anak mereka justru disuguhi hidangan ala kadarnya yang jauh dari standar, bahkan terkesan “asal jadi”!
Kekecewaan mendalam ini mencuat setelah sejumlah orang tua murid mendapati menu MBG yang dibawa pulang anak-anak mereka. Porsi yang minim, rasa yang hambar, dan kualitas bahan yang meragukan membuat para orang tua geram. Mereka menduga, ada praktik korupsi yang merugikan hak anak-anak untuk mendapatkan gizi yang layak.
“Ini jelas penipuan! Anggaran dari pemerintah seharusnya bisa memberikan makanan yang jauh lebih baik dari ini. Jangan sampai program mulia ini hanya jadi bancakan oknum-oknum tak bertanggung jawab!” ujar seorang ibu dengan nada berang.
Ironisnya, keluhan ini seolah menjadi tamparan keras bagi cita-cita luhur Presiden Prabowo, yang ingin memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan gizi terbaik demi masa depan bangsa. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Retno Sholfia, seorang guru di SDN 1 Pardasuka, tak menampik adanya program makan siang tersebut. Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh terkait keluhan yang dilayangkan para orang tua murid.
Terungkap pula bahwa dapur MBG yang memasok makanan untuk SDN 1 Pardasuka berlokasi di Dusun Sukatinggi, Desa Pardasuka. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kualitas makanan yang dihasilkan begitu buruk, padahal bahan baku seharusnya mudah didapatkan dari wilayah sekitar?
Kondisi ini jelas mencerminkan lemahnya pengawasan dan transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Jika dibiarkan terus berlanjut, bukan tidak mungkin program ini akan gagal total dan hanya menjadi очередная dagelan politik yang mengecewakan rakyat.
Para orang tua murid menuntut agar pihak terkait segera turun tangan melakukan investigasi mendalam dan menindak tegas oknum-oknum yang terbukti melakukan penyelewengan anggaran. Mereka juga berharap agar kualitas dan kuantitas makanan MBG segera ditingkatkan, sehingga anak-anak mereka benar-benar mendapatkan manfaat yang optimal.
(Husni Piliang)













