Lampung Selatan (RuangNewsIndonesia.Com) – Tim Tekab 308 Polsek Natar berhasil menangkap Rojali alias Jali (32), pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang meresahkan pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di depan Pabrik Aspal Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (26/9/2025) siang.
Kapolsek Natar, AKP Budi Howo, mewakili Kapolres AKBP Toni Kasmiri, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengintaian intensif setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat penangkapan, Rojali sedang beraksi, sementara rekannya berhasil melarikan diri dan kini berstatus DPO.
Korban, Mukmin, warga Lampung Tengah, sebelumnya ditodong senjata tajam dan dipukul sebelum barang-barangnya dirampas. Dari tangan pelaku, polisi menyita sepeda motor Vega R tanpa pelat nomor, sebilah badik, dan ponsel milik korban.
“Kami melakukan hunting crime di jalur lintas karena laporan masyarakat menunjukkan kawasan itu rawan aksi perampasan. Begitu ada momentum, tim langsung bergerak dan berhasil meringkus salah satu pelaku,” ujar AKP Budi Howo saat konferensi pers, Sabtu (27/9/2025).
Pemeriksaan awal mengungkap bahwa Rojali telah berulang kali melakukan aksi serupa dengan modus menodong, memukul, dan merampas barang korban. Pelaku mengaku melakukan kejahatan karena terdesak kebutuhan ekonomi dan untuk membeli narkoba.
AKP Budi Howo menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini membutuhkan waktu dan kesabaran, serta kolaborasi antara polisi dan masyarakat. “Informasi dari warga menjadi bahan bagi kami dalam proses penyelidikan,” katanya.
Atas perbuatannya, Rojali dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di jalur rawan, menghindari bepergian sendirian di jam sepi, menggunakan kunci ganda saat parkir, tidak membawa barang berharga secara mencolok, dan segera melaporkan jika melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci utama menciptakan rasa aman,” pungkas Kapolsek Budi Howo.













