Opini: Belajar dari Medayu, Saatnya Desa-Desa di Lampung Selatan Berlari Mengejar Kemajuan

Oleh: Ruang News Indonesia

Di tengah gemuruh perubahan zaman, secercah harapan muncul dari sebuah desa bernama Medayu di Banjarnegara. Keberhasilan desa ini dalam merangkul digitalisasi dan memberdayakan pemuda di bawah kepemimpinan Kades muda, Anugrah Elan Septian, yang merupakan bagian dari GEN Z, menjadi tamparan halus bagi desa-desa lain, khususnya di Lampung Selatan. Sudah saatnya mereka berbenah dan mengejar ketertinggalan.

Medayu bukan sekadar desa biasa. Desa ini telah meraih Juara 1 Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banjarnegara 2025, penghargaan atas tata kelola pemerintahan yang baik dan kemajuan signifikan di berbagai bidang. Mereka juga menerima penghargaan Pembinaan Perluasan Desa Anti Korupsi, menegaskan komitmen terhadap transparansi. Di bidang ekonomi, Medayu sukses memanfaatkan lahan terlantar untuk program ketahanan pangan, mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tak hanya itu, mereka aktif melestarikan kesenian Rodad dan tradisi Sedekah Pemetune Lemah. Potensi wisata desa pun terus digali, menjadikan Medayu sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Semua pencapaian ini didukung oleh Sistem Informasi Desa (SIDara) yang efisien dan BUMDesa “Mukti Bareng” yang terstruktur, di bawah arahan kepemimpinan Kades Gen Z yang inovatif.

Momentum ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali bagaimana desa-desa di Lampung Selatan selama ini dikelola. Paradigma lama yang menganggap desa sebagai wilayah terbelakang dan hanya bergantung pada bantuan, harus segera ditinggalkan.

Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Akses informasi yang mudah dan transparan akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selain itu, digitalisasi juga membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, memasarkan produk unggulan, dan menarik investasi.

Namun, digitalisasi saja tidak cukup. Pemberdayaan pemuda adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan pembangunan desa. Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang besar untuk membawa perubahan positif. Mereka harus dilibatkan dalam setiap aspek pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Harapannya, saran-saran konkret yang disampaikan dapat diimplementasikan secara serius oleh pemerintah desa di Lampung Selatan. Pemerintah daerah juga harus memberikan dukungan penuh, baik dari segi anggaran, pelatihan, maupun pendampingan.

Lebih dari sekadar meniru keberhasilan Desa Medayu, desa-desa di Lampung Selatan harus mampu berinovasi dan menciptakan solusi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing.

Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi, desa-desa di Lampung Selatan dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah. Saatnya desa-desa di Lampung Selatan berlari mengejar kemajuan, dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa dari desa, kemajuan itu bisa dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *