Hotspot Karhutla Menurun dalam 24 Jam, Kemenhut Intensifkan OMC di Sumatra dan Kalimantan

RUANG NEWS INDONESIA — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengintensifkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Meski jumlah titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir dilaporkan menurun, peningkatan hotspot di Sumatra Selatan menjadi perhatian dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla.

Operasi tersebut menggunakan bahan semai berupa es kering (dry ice) dan natrium klorida (NaCl). Pelaksanaannya turut didukung pesawat TNI Angkatan Udara, yakni C-130 Hercules dan CN-295, untuk mendukung kegiatan penyemaian awan.

Kemenhut menilai penurunan hotspot sebagai perkembangan positif. Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan penanganan karhutla. Pemeriksaan langsung di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya titik api aktif serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Di Sumatra Selatan, peningkatan hotspot menjadi perhatian khusus. Sementara itu, wilayah yang mengalami penurunan titik panas tetap membutuhkan patroli, penyisiran, dan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.

Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu melalui deteksi dini, verifikasi lapangan, pemadaman darat, operasi water bombing, modifikasi cuaca, patroli, hingga pembasahan area rawan kebakaran.

Langkah tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat dari dampak kebakaran dan kabut asap, menjaga kawasan hutan, serta mencegah kerusakan ekosistem dan habitat satwa liar.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Kemenhut juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang rawan mengalami karhutla.

Masyarakat yang mengetahui adanya asap, titik api, atau aktivitas pembakaran dapat segera menyampaikan laporan kepada Posko Karhutla Kemenhut melalui saluran berikut:

  • Telepon: 021-5704618
  • WhatsApp: +62 8131-00-35000
  • Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id

Penurunan jumlah hotspot menjadi perkembangan yang patut dicermati, tetapi upaya pengendalian tidak boleh mengendur. Pemantauan berkelanjutan, respons cepat, serta penanganan langsung di lapangan tetap menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran dan melindungi masyarakat maupun lingkungan.

Ruang News Indonesia
Berita dan informasi terbaru, terupdate, dan terpercaya.

#Karhutla #KebakaranHutanDanLahan #KementerianKehutanan #ModifikasiCuaca #SumatraSelatan #Kalimantan #LingkunganHidup #RuangNewsIndonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *