Jalan Rusak di Bandar Dalam, Sidomulyo, Diperbaiki Warga Secara Swadaya

Masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antarkecamatan dengan swadaya, demi menjaga akses pertanian, pendidikan, dan perekonomian warga.

LAMPUNG SELATAN — Di tengah kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui, warga Dusun Kali Mati, Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, turun tangan memperbaiki akses jalan secara swadaya, Minggu (18/10/2026).

Berbekal tenaga masyarakat dan material batu, warga bergotong royong menata bagian jalan yang rusak. Kondisi jalan yang berbatu, tidak rata, dan licin saat musim hujan menjadi persoalan bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Pemandangan warga mengangkut dan menata batu di badan jalan menjadi gambaran nyata upaya masyarakat menghadapi persoalan infrastruktur. Namun, di balik semangat gotong royong itu, tersimpan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian melalui perbaikan jalan secara permanen.

Warga bisa bergotong royong memperbaiki jalan, tetapi pembangunan permanen tetap membutuhkan penanganan dari pihak yang berwenang.

Jalan Penghubung Dua Kecamatan, Akses Penting bagi Petani

Atoy Purnawan, tokoh masyarakat Dusun Kali Mati, mengatakan perbaikan jalan dilakukan atas inisiatif warga karena kondisinya dinilai memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Perbaikan jalan ini murni hasil swadaya masyarakat. Warga bergotong royong demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Atoy.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat turun langsung melihat kondisi jalan dan merealisasikan perbaikan yang lebih layak.

Menurutnya, jalan tersebut berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama petani yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Kepala Desa Bandar Dalam, Suyadi, menjelaskan bahwa jalan di Dusun Kali Mati merupakan akses penghubung sejumlah desa di Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Katibung.

“Jalan ini menjadi penghubung antardesa, mulai dari Desa Karya Tunggal di Kecamatan Katibung, juga bisa menuju Desa Talang Baru hingga Desa Suak di Kecamatan Sidomulyo,” kata Suyadi.

Ia menyebutkan, jalur tersebut digunakan petani, pedagang, dan anak sekolah. Berbagai hasil bumi, mulai dari jagung, padi darat, kelapa hingga pisang, diangkut melalui akses tersebut.

“Boleh dikatakan, ini jalan ketahanan pangan. Di sini banyak petani yang menggantungkan aktivitasnya pada akses jalan ini,” ujarnya.

Musim Hujan Memperberat Kondisi Jalan

Suyadi mengungkapkan, kondisi jalan semakin menyulitkan ketika musim hujan. Permukaan yang bercadas, batu-batu terjal, serta kondisi licin membuat jalan sulit dilalui.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, warga mengandalkan dana dan tenaga swadaya. Masyarakat juga meminta bantuan material batu split dari perusahaan tambang batu yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Upaya ini menunjukkan kepedulian warga untuk menjaga akses transportasi yang dibutuhkan bersama. Namun, perbaikan secara swadaya belum menjawab kebutuhan pembangunan jalan yang lebih permanen.

Gotong royong merupakan kekuatan masyarakat, tetapi tidak semestinya menjadi satu-satunya andalan ketika akses jalan membutuhkan penanganan infrastruktur yang lebih menyeluruh.

Warga Bergerak, Pemerintah Daerah Ditunggu

Pemerintah Desa Bandar Dalam bersama masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan anggota DPRD setempat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut.

“Kami berharap ada sentuhan dari pemerintah daerah dan anggota DPRD Lampung Selatan untuk pembangunan jalan ini, mengingat akses ini sangat vital bagi petani, anak sekolah, dan masyarakat secara umum,” imbuh Suyadi.

Harapan tersebut menjadi dorongan bagi pihak terkait untuk meninjau kondisi lapangan, memastikan status dan kewenangan penanganan jalan, serta mempertimbangkan perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan prioritas pembangunan.

Publik juga layak memperoleh kejelasan mengenai rencana penanganan ruas jalan tersebut, termasuk apakah telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Semangat swadaya warga patut diapresiasi. Namun, persoalan jalan rusak tidak cukup diselesaikan dengan pujian terhadap gotong royong. Masyarakat membutuhkan akses yang aman dan layak untuk mendukung perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta pendidikan.

Warga Dusun Kali Mati telah bergerak dengan kemampuan sendiri. Kini, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah agar jalan penghubung antardesa dan dua kecamatan itu mendapatkan penanganan yang memadai.

Jangan sampai warga terus menata batu dengan swadaya, sementara harapan akan jalan yang layak hanya berhenti sebagai penantian.

Ruang News Indonesia — berita dan informasi terbaru, terupdate dan terpercaya.

#LampungSelatan #BandarDalam #Sidomulyo #JalanRusak #SwadayaMasyarakat #GotongRoyong #InfrastrukturDaerah #RuangNewsIndonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *