LAMPUNG SELATAN — Aksi warga Dusun Siring Babaran, Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, memperbaiki jalan rusak secara swadaya menuai beragam tanggapan di media sosial. Warganet mengapresiasi semangat gotong royong, tetapi juga melontarkan kritik dan mempertanyakan kepastian perbaikan jalan yang disebut telah lama dinantikan.
Di kolom komentar akun Ruang News Indonesia, sejumlah warganet menyampaikan kekecewaan. Akun Minak Pemimpin menulis, “Bupati omon-omon.” Sementara itu, akun affan al#842835714897 mengungkapkan kejenuhannya.
“Udh bosenn bang, udh malu nagih janjinya. Kita tunggu aja nnt pas pemilu pilkada atau pun apa itu,” tulisnya.
Tanggapan serupa juga muncul pada unggahan akun lain. Akun bunda_nel, dalam komentar pada unggahan yang disebut berasal dari @aceng_gelly, menyoroti kondisi warga yang harus memperbaiki jalan secara mandiri.
“Salut warga gotong royong. Tapi sedih juga harus begini caranya. Ini kan tugas pemerintah, bukan rakyat.”
Sementara itu, akun mila_bercerita berharap viralnya persoalan tersebut membawa perubahan nyata.
“17 tahun menunggu, tidak pernah diperbaiki. Semoga viral ini membawa perubahan, bukan sekadar ditonton lalu dilupakan.”
Sorotan lainnya berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, khususnya anak sekolah. Dalam komentar yang dicantumkan dari unggahan @mlwhoy, akun ibu_guru mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut.
Pada unggahan yang disebut berasal dari @kabarlampung.co, akun katibung_warga juga mempertanyakan tindak lanjut pendataan dan pengukuran jalan yang menurutnya telah berulang kali dilakukan.
“Sudah berulang kali didata dan diukur. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan. Buat apa survei kalau tidak dikerjakan?”
Warganet Menanti Tindakan Nyata
Berbagai komentar tersebut menyoroti tiga persoalan utama: lamanya penantian perbaikan, keselamatan masyarakat, serta kepastian tindak lanjut pemerintah. Namun, komentar di media sosial merupakan ekspresi masing-masing pengguna dan belum dapat dianggap mewakili seluruh warga.
Viralnya kondisi jalan Siring Babaran semestinya menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengecekan langsung, menjelaskan status serta kewenangan penanganan jalan, dan menyampaikan rencana tindak lanjut secara terbuka.
Jika perbaikan belum dapat direalisasikan, masyarakat juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai kendala dan tahapan perencanaannya. Klaim mengenai kerusakan selama 17 tahun, riwayat pendataan, dan risiko terhadap anak sekolah perlu dikonfirmasi kepada warga serta instansi berwenang.
Ruang News Indonesia mendorong agar aspirasi warga Siring Babaran tidak berhenti sebagai perbincangan di media sosial. Gotong royong merupakan wujud kepedulian masyarakat, tetapi kepastian penanganan infrastruktur yang aman dan layak tetap membutuhkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Kini, warga menanti bukan sekadar respons atas viralnya video, melainkan kejelasan kapan dan bagaimana jalan tersebut akan ditangani.
#RuangNewsIndonesia #LampungSelatan #Katibung #Sukajaya #SiringBabaran #JalanRusak #KomentarWarganet #ViralLampung #AspirasiWarga #InfrastrukturJalan













