Buruh dan Manajemen PT San Xiong Steel Indonesia Memanas, Distribusi Besi Tertahan

Lampung Selatan, Ruang News Indonesia – Ketegangan antara buruh dan manajemen PT San Xiong Steel Indonesia di Kabupaten Lampung Selatan kembali memuncak. Perselisihan dipicu oleh upaya perusahaan memasukkan kendaraan angkut ke area pabrik untuk mengeluarkan besi atau behel yang telah diproduksi dan siap dipasarkan. Namun, langkah tersebut mendapat penolakan dari para pekerja yang masih menuntut pembayaran gaji mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan pada Senin (23/2) malam, sejumlah kendaraan pengangkut besi sempat mencoba masuk ke area pabrik. Akan tetapi, karyawan yang bertahan di lokasi menghadang kendaraan tersebut dan meminta agar distribusi dihentikan sementara sebelum hak-hak mereka dipenuhi.

Salah satu sumber internal yang berada di lokasi menyebutkan bahwa satu unit mobil yang digunakan untuk mengangkut behel tertahan di dalam area pabrik karena akses keluar tidak diberikan oleh pekerja.

“Mobil yang dipakai untuk mengeluarkan behel saat ini tidak bisa keluar karena ditahan di dalam. Karyawan menolak behel keluar sebelum gaji dibayarkan,” ujar sumber tersebut melalui pesan singkat.

Tak hanya satu kendaraan, setidaknya tiga mobil lainnya dilaporkan memilih memutar balik setelah diminta keluar oleh para pekerja. Karyawan disebut tidak mengizinkan kendaraan masuk ke area produksi selama persoalan upah belum diselesaikan.

Situasi yang sempat memanas itu turut mendapat perhatian aparat keamanan. Sejumlah personel dari Kepolisian Daerah Lampung (Polda Lampung) dilaporkan turun ke lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan dan menjaga kondusivitas. Selain itu, aparat dari Polsek Katibung dan Koramil Katibung juga terlihat berjaga di sekitar area pabrik.

Kehadiran aparat disebut sebagai langkah preventif guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan dari kedua belah pihak. Hingga malam hari, kondisi di sekitar pabrik dilaporkan masih dalam pengawasan dan relatif kondusif meski ketegangan tetap terasa.

Para pekerja menegaskan bahwa sikap mereka merupakan bentuk tekanan agar perusahaan segera menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji yang menurut mereka telah tertunda. Buruh juga menyatakan akan terus berjaga di area pabrik dan memastikan kendaraan pengangkut tidak dapat keluar sebelum tuntutan pembayaran gaji mereka diselesaikan.

Mereka menegaskan tidak bermaksud melakukan tindakan anarkis, namun akan tetap mempertahankan posisi sebagai bentuk komitmen memperjuangkan hak yang belum dipenuhi.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT San Xiong Steel Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun klarifikasi mengenai keterlambatan pembayaran gaji.

Redaksi masih berupaya menghubungi perwakilan perusahaan guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Ruang hak jawab terbuka sepenuhnya bagi manajemen untuk memberikan penjelasan sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.

Perkembangan situasi di lokasi pabrik akan terus dipantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *