Warga Berhamburan Keluar Rumah Akibat Aktifitas Peledakan Tambang Batu Andesit Milik PT Bima yang Bak Bom Atom

Lampung Selatan, RNI.COM – Warga dua Desa Tanjung Agung dan Tanjung Ratu Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan yang sedang menunaikan ibadah puasa dikejutkan dengan suara ledakan yang keras dan mengguncang kediaman mereka, hal ini diduga akibat aktifitas blasting atau peledakan yang dilakukan oleh tambang batu andesit milik PT. Bima ,Kamis 28 Maret 2024.

Warga berhamburan keluar rumah dan berkumpul guna menyelamatkan diri dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab ledakan yang dirasakan warga sangat kuat dan terjadi beberapa kali sehingga berpotensi mengancam keselamatan warga.

Selain mengancam keselamatan warga ledakan tersebut juga meresahkan dan mengganggu aktivitas warga masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Berdasarkan rekaman video yang berdurasi sekitar 30 detik, terlihat warga yang terdampak, akibat blasting yang dilakukan oleh tambang batu andesit milik PT Bima, berkumpul dijalan guna menyelamatkan diri.

Dalam video tersebut juga, warga meminta manajemen PT Bima untuk segera merespon apa yang menjadi keluhan dan keresahan warga, sebab ledakan yang beruntun tersebut mengganggu kenyamanan mereka.

Selain mengeluhkan ledakan yang beruntun dan sangat kuat, warga juga juga mengeluhkan bangunan rumah mereka yang retak akibat aktifitas blasting tersebut, warga khawatir keretakan bangunan rumah mereka sewaktu-waktu bisa membahayakan penghuni yang berada didalamnya.

Sementara itu, Suki salah seorang warga Desa Tanjung Agung mengatakan, bahwa yang terdampak akibat blasting yang dilakukan oleh pihak tambang batu andesit milik PT Bima bukan hanya warga RT. Ulok tabak saja, namun berdampak pada tiga desa yakni Tanjung Agung, Tanjung Ratu dan Tanjungan.

” Yang terdampak bukan hanya warga RT.Ulok tabak aja, tapi tanjung agung induk juga terdampak, bahkan dua ledakan hari ini luar biasa, sudah seperti bom atom, emang yang paling parah itu di RT. Ulok tabak, tapi disini rumah kami juga sudah pada retak”ungkapnya.

Selain blasting, warga juga mengeluhkan suara gemuruh mesin produksi milik PT Bima yang sangat bising, yang beroperasi mulai dari pagi sampai sore hari, hal ini diduga di sebabkan oleh radiusnya yang sangat dekat dengan pemukiman warga, kemudian polusi debu juga dirasakan warga, selain itu aliran sungai juga diduga sudah tercemar.

foto Ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *