Lampung Selatan (RuangNewsIndonesia.Com) – Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, secara resmi membuka Seminar Edukasi Madrasah Ramah Anak (ERMA) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Acara yang diinisiasi oleh DPD Gabungan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) Kabupaten Lampung Selatan ini berlangsung di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam dunia pendidikan Islam, termasuk jajaran pengurus DPD GUPPI, perwakilan DPP Wanita GUPPI, para kepala madrasah, pendidik, serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Lampung Selatan. Turut hadir pula sejumlah Kepala Perangkat Daerah yang menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan sistem pendidikan Islam yang ramah anak dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Wabup Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas inisiatif GUPPI Lampung Selatan dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Ia menekankan pentingnya madrasah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Pendidikan di madrasah harus bertransformasi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendidik bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Wabup Syaiful juga menyoroti pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai kemanusiaan, empati, serta semangat kebangsaan. Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membentuk karakter anak yang berjiwa cinta kasih dan berbudaya.
Lebih lanjut, Wabup Syaiful menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Lampung Selatan telah meraih predikat Nindya dalam penilaian KLA 2025, dan kini tengah berupaya meningkatkan capaian menuju predikat Utama.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh madrasah di Kabupaten Lampung Selatan untuk berperan aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter,” ujarnya.
Seminar ERMA dan KBC ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat untuk mewujudkan generasi penerus yang cerdas, berakhlak, serta berjiwa cinta kasih.













