Diduga Mark Up Anggaran Ketahanan Pangan, Masyarakat Minta Inspektorat Periksa Kades Sumber Agung Kecamatan Way Sulan 

Lampung Selatan, RNI.COM – Masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Way Sulan meminta kepada  Inspektorat agar mengaudit dana desa tahun anggaran 2022-2024 dan memeriksa kepala Desa Sumber Agung Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung selatan, Rabu, (09/07/2025)

Masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Way Sulan meminta Inspektorat untuk melakukan audit dan memeriksa Kepala Desa Sumber Agung terkait dugaan mark up anggaran program ketahanan pangan anggaran 2022-2024.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari warga yang merasa program tersebut tidak berjalan sesuai dengan rencana awal serta tidak transparan.

Menurut beberapa masyarakat yang meminta identitasnya di rahasiakan bahwa semenjak pemerintahan kepala desa Ismail sama sekali tidak ada transfaran, baik penggunaan dana desa ataupun masalah bantuan sosial.

Di ketahui Ismail menjabat kepala desa mulai sekitar dari tahun 2019 sampai sekarang. Masyarakat desa sumber agung mengatakan kepada awak media  agar kepala desa sumber agung segera di periksa oleh APH.

“Banyak ketidaktransparanan di dalam pemerintahan kades Ismail, mulai dari masalah BUMDES, anggaran ketahanan pangan yang diambil dari dana desa, yang katanya di belikan sapi, tapi sapinya tidak jelas, ada apa tidak, serta apa manfaatnya untuk masyarakat”,ungkap Nara sumber.

Diketahui jumlah pagu anggaran dana desa untuk desa sumber agung tahun 2022 sebesar Rp 897.417.000,tahun 2023 sebesar Rp. 905.192.000 dan tahun 2024 sebesar Rp. 777.223.000. sementara salah satu yang di anggap janggal adalah masalah alokasi dana ketahanan pangan, di mana pada tahun 2022 sebesar Rp. 70.567.500,untuk tahun 2023 sebesar Rp. 146.895.000,dan untuk 2024 sebesar Rp. 83.642.000 dalam tiga tahun tersebut dana yang di alokasikan untuk ketahanan pangan sebesar Rp. 301.104.500,-

Masyarakat desa sumber agung selain meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa kepala desa sumber agung kecamatan way sulan tentang masalah bumdes serta dana ketahanan pangan,mereka juga meminta kepada inspektorat agar memeriksa tentang bangunan fisik, dimana menurut narasumber banyak sekali kejanggalan terkait pembangunan, drainase ataupun gorong gorong.

“Kami meminta khususnya ke inspektorat, agar periksa kades kami, masalah sapi yang dibeli sampai saat ini masyarakat tidak tahu apa benar ada atau tidak, belum lagi masalah bangunan, disitu kami menduga bahwa bangunan yang berasal dari dana desa itu banyak di mark up oleh kades,”terang Nara sumber.

Sementara itu saat di komfirmasi di kediamannya, Ismail kades sumber agung mengatakan bahwa anggaran tahun 2022 untuk ketahanan pangan di belikan sapi 4 ekor,  3 ekor betina 1 ekor jantan, dan sampai sekarang sapinya tidak pernah beranak, ( berkembang biak) ” Ujar Kades Sumber Agung 

Setelah tim media mengecek ke lokasi terdapat ada 4 ekor sapi, Menurut keterangan warga yang memegang sapinya, Sapi tersebut di berikan tahun ini bukan di tahun 2022 dan untuk kandangnya sediri itu kandang pribadi tidak ada bantuan untuk membuat kandang ” Keterangan warga yang memegang sapi.

Masyarakat meminta kepada pihak Inspektorat Lampung Selatan agar bisa turun ke desa Sumber Agung kecamatan way sulan kabupaten lampung selatan Agar bisa mengecek dan mengaudit dana desa.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *