Anggota DPRD Lampung Selatan Kecewa Soal Pembangunan Gorong-gorong dan Talud, Ahmad Muslim: Kami Akan Laporkan ke Pimpinan dan Gelar Hearing

Lampung Selatan, RNI.COM – Anggota Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menyayangkan proyek pembangunan gorong-gorong dan talud sepanjang 100 meter di ruas jalan provinsi di RT 05, Dusun 02, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan yang terkesan lambat dan tidak ada plang atau papan proyek pembangunan.

Anggota DPRD Lampung Selatan Ahmad Muslim, SE mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan terkait pembangunan tersebut.

Apalagi, kata dia, proyek pembangunan gorong-gorong dan talud di jalan provinsi itu tidak ada plang atau papan proyek sebagai informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan harus menegur rekanan yang mengerjakan pembangunan gorong-gorong dan talud itu. Apalagi tidak ada papan proyek sebagai informasi pembangunan. Dengan demikian, tidak ada kontrol dari masyarakat siapa rekanan yang mengerjakan proyek tersebut,” kata anggota Komisi 3 DPRD Lampung Selatan, Senin (28/10/2024).

Anggota DPRD Lampung Selatan daerah pemilihan (dapil) tiga ini menambahkan, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut ke pimpinan DPRD Lampung Selatan untuk ditindak lanjuti dalam heraring.

“Kita akan laporkan ke pimpinan DPRD untuk kita hearingkan dan memanggil rekanan yang nakal itu,” ujarnya.

Foto Nyoman Subagio – Proyek pembangunan gorong-gorong dan talud di jalan raya Ketapang, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan mangkrak terkesan lambat

Diketahui, pengerjaan pembangunan gorong-gorong dan talud di jalan raya Ketapang Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan mangkrak.

Pembangunan tepat dijalan petigaan Desa Sripendowo RT:05, Dusun 02 itu merupakan titik alternatif menuju Desa Sumbernadi dan desa lainnya di jalan lintas timur. 

Namun sayang, pengerjaan pembangunan gorong-gorong dan talud yang sudah berlangsung selama dua pekan lebih itu sampai saat ini belum di selesaikan. Bahkan akhir-akhir ini pekerja atau tukang di lokasi pembangunan tidak terlihat lagi.

Ironisnya, pembangunan gorong-gorong besar dan talud sepanjang sekitar 100 meter itu terkesan proyek siluman. Pasalnya, tak ada plang atau papan proyek pembangunan untuk mengetahui dinas instansi mana yang mengerjalan proyek tersebut.

Warga sangat kecewa pengerjaan pembangunan gorong-gorong dan talud tersebut. Sebab, pengerjaan yang terlalu lama sehingga berdampak pada aktivitas mobilitas masyarakat setempat.

Sebagai titik alternatif dan krusial, warga sekitar yang ingin melintas harus berputar arah dengan jarak yang cukup jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *