17 Tahun Menanti Jalan Layak, Kapan Program Bupati Egi Menyentuh Warga Siring Babaran?

KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN — Setelah sekitar 17 tahun mengaku menanti perbaikan jalan, warga Dusun Siring Babaran, Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung, akhirnya bergotong royong membangun sendiri sebagian jalan yang mereka sebut sebagai jalan kabupaten. Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama anak-anak menuju sekolah, yang menurut warga kerap membahayakan keselamatan, terutama saat hujan.

Bang Amin, salah seorang warga, mengungkapkan kekecewaannya karena jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Ini jalan kabupaten. Harapan kami sederhana, mohon bantuannya agar jalan ini dibangun. Sudah berapa puluh tahun janji dan janji. Setidaknya 17 tahun ini tidak ada perbaikan,” ujar Bang Amin, Minggu (11/10/2026).

Ia mengaku sedih melihat anak-anak sekolah kerap terjatuh saat melintasi jalan rusak, terlebih ketika hujan. Karena itu, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya.

“Ada yang menyumbang Rp100 ribu per orang, ada juga bantuan dari beberapa bos. Masyarakat ingin memperbaiki jalan ini semampunya,” katanya.

Kepala Dusun Siring Babaran, Acon, membenarkan bahwa pembangunan dilakukan murni melalui swadaya masyarakat. Material dikumpulkan selama tiga bulan, kemudian digunakan untuk memperbaiki bagian tanjakan sepanjang sekitar 50 meter, dengan lebar empat meter dan ketebalan sekitar 15 sentimeter.

“Sudah lama kami menunggu perbaikan dari pemerintah. Akhirnya warga berinisiatif membangun sendiri. Itu pun baru sebagian kecil,” ujar Acon.

Menurutnya, warga telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan, tetapi belum merasakan realisasi. Jalan tersebut menjadi akses utama anak-anak menuju sekolah di wilayah Tanjung Agung dan Tanjung Ratu, tempat terdapat SMP, SMA, dan madrasah aliyah (MA).

“Ini satu-satunya jalan lintas anak-anak sekolah dari dusun kami. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya secara layak,” tegasnya.

Program Bupati Egi, Warga Masih Menanti

Persoalan ini menjadi perhatian di tengah agenda pembangunan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama. Warga berharap program pembangunan tidak hanya menjadi rencana, tetapi benar-benar menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat dusun.

Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi bahwa ruas jalan Siring Babaran masuk dalam daftar prioritas perbaikan pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah perlu menjelaskan status jalan, riwayat pengajuan warga, serta rencana penanganannya.

Gotong royong masyarakat patut diapresiasi, tetapi tidak semestinya menjadi pengganti penanganan infrastruktur oleh pemerintah sesuai kewenangannya. Perbaikan sepanjang 50 meter belum tentu menyelesaikan seluruh kerusakan yang dikeluhkan warga.

Tujuh belas tahun menanti, tiga bulan mengumpulkan material, lalu warga membangun sendiri. Ironi ini memunculkan pertanyaan: kapan pembangunan jalan yang layak benar-benar dirasakan warga Siring Babaran?

Ruang News Indonesia — Gotong royong adalah bukti kepedulian masyarakat, bukan alasan untuk membiarkan persoalan infrastruktur berlarut-larut. Warga telah bergerak dengan kemampuan sendiri. Kini, mereka menunggu tindakan nyata pemerintah agar anak-anak dapat bersekolah dengan lebih aman.

Ruang News Indonesia: Berita dan Informasi Terbaru Terupdate dan Terpercaya.

#RuangNewsIndonesia #LampungSelatan #Katibung #SiringBabaran #RadityoEgiPratama #JalanRusak #PemerataanPembangunan #AksesPendidikan #SuaraMasyarakat

Catatan redaksi: Informasi mengenai kondisi jalan, status jalan, dan riwayat pengajuan bersumber dari wawancara dengan Bang Amin dan Kepala Dusun Siring Babaran, Acon, pada 11 Oktober 2026. Konfirmasi pemerintah daerah mengenai status dan rencana perbaikan masih diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *