Lampung Selatan, RNI.COM – DPD Lembaga Perlindungan Konsumen (LPKSM-GML) Kabupaten Lampung Selatan mendorong Pertamina, Aparat Penegak Hukum (APH) dan Disperindag Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan pengawasan dan inspeksi di semua wilayah, baik di stasiun pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di kabupaten yang merupakan pintu gerbang pulau Sumatera, Sabtu 01 Juni 2024.
Selain di SPBE, pengawasan penyaluran gas LPG tiga kilogram juga harus dilakukan pada tingkat agen, pangkalan dan penyalur yang bertujuan agar tidak terjadi kelangkaan gas LPG tiga kilogram dan proses penyalurannya ke masyarakat sesuai takaran dan sesuai Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan Pertamina Patra niaga.
Kelangkaan dan dugaan tidak sesuainya takaran gas LPG tiga kilogram ini harus mendapat perhatian serius dari pihak terkait, hal ini bertujuan agar stok LPG tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan, selain itu juga untuk memastikan kualitas dan kuantitas LPG yang dijual, disalurkan sesuai.
Menanggapi kelangkaan dan dugaan tidak sesuainya takaran gas LPG tiga kilogram Husni Piliang Ketua DPD Lembaga Perlindungan Konsumen (LPKSMGML), mengingatkan agar seluruh SPBE melaksanakan SOP yang telah ditetapkan oleh Pertamina Patra Niaga.
“Sebelum pengisian gas ke tabung, Pertamina mewajibkan seluruh SPBE untuk melakukan langkah sesuai dengan SOP, jadi seharusnya takaran gas LPG tiga kilogram tidak kurang dan sesuai dengan toleransi yang atur dalam Permendag No 32 Tahun 2011,” terang Husni.
Selanjutnya terkait kelangkaan gas LPG tiga kilogram, Husni juga
mendesak pihak terkait Pertamina Patra Niaga, Aparat Penegak Hukum dan Disperindag Kabupaten Lampung Selatan untuk segera mengambil langkah tegas, terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi kelangkaan gas LPG tiga kilogram untuk keuntungan pribadi.
“Sistem penyaluran gas LPG tiga kilogram harus diawasi mulai dari SPBE sampai ke masyarakat, saya minta khususnya untuk Lampung Selatan Disperindag segera turun ke lapangan agar kelangkaan gas LPG tiga kilogram segera dapat diatasi, jangan hanya cuap-cuap dimedia saja” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan RNI.COM dibeberapa kecamatan yang berada di Lampung Selatan banyak ibu rumah tangga mengeluh akibat terjadinya kelangkaan dan melonjaknya harga gas LPG tiga Kilogram.
“Gimana mau masak mas, mau beli gas aja susah, seandainya adapun harganya mahal, bisa dua kali lipat dari harga normal,” keluh Yani.
Terpisah joko salah seorang pedagang gorengan merasakan omsetnya menurun, sebab selain gas LPG tiga kilogram sulit didapatkan harganyapun meroket.
“Baru hari ini saya buka mas, kemaren dua hari libur, ngak kebagian gas, ini juga saya dapat harganya jauh diatas HET, saya berharap pihak terkait segera merespon keluhan kami ini,” Pungkasnya.
(TIM)













