Lampung Selatan Jadi Pilot Project Imunisasi Zero Dose: Solusi Nyata atau Sekadar Seremoni Kebijakan?

Lampung Selatan, Ruang News Indonesia – Penunjukan Kabupaten Lampung Selatan sebagai pilot project program imunisasi zero dose memang patut diapresiasi sebagai langkah strategis. Namun, jika dicermati lebih dalam, terdapat sejumlah catatan kritis yang perlu menjadi perhatian agar program ini tidak berhenti sebagai seremoni dan jargon semata.

Pertama, angka 4.967 anak zero dose yang tersebar di 28 puskesmas menunjukkan bahwa persoalan mendasar akses dan cakupan imunisasi masih cukup serius. Pertanyaannya, mengapa hingga saat ini masih ada ribuan anak yang belum tersentuh imunisasi dasar? Ini mengindikasikan bahwa problemnya bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut lemahnya pendataan, distribusi layanan kesehatan, hingga minimnya edukasi kepada masyarakat.

Kedua, kegiatan advokasi dan sosialisasi yang digelar di aula pemerintahan cenderung elitis dan seremonial. Sementara akar persoalan justru berada di lapangan: di desa-desa terpencil, wilayah pesisir, hingga kantong-kantong masyarakat dengan tingkat literasi kesehatan rendah. Tanpa pendekatan langsung yang masif dan berkelanjutan, program ini berpotensi hanya kuat di tataran wacana, namun lemah dalam implementasi.

Ketiga, pernyataan para pejabat yang menekankan “komitmen” dan “keberpihakan” perlu dibuktikan dengan langkah konkret. Komitmen tidak cukup diukur dari kegiatan seremonial atau forum lintas sektor, melainkan dari:

  • peningkatan jumlah tenaga kesehatan di lapangan,
  • ketersediaan vaksin secara merata,
  • serta sistem monitoring yang transparan dan akuntabel.

Keempat, penunjukan sebagai pilot project juga harus diiringi dengan keterbukaan data. Publik berhak mengetahui progres program secara berkala: berapa anak yang sudah terimunisasi, wilayah mana yang masih tertinggal, serta kendala apa yang dihadapi. Tanpa transparansi, program ini rentan menjadi sekadar proyek administratif tanpa dampak nyata.

Kelima, penting untuk memastikan bahwa program ini tidak bersifat top-down semata. Keterlibatan masyarakat, tokoh lokal, hingga kader posyandu harus menjadi ujung tombak, bukan sekadar pelengkap. Jika tidak, resistensi masyarakat terhadap imunisasi—yang di beberapa wilayah masih ada—tidak akan terselesaikan.

Pada akhirnya, program zero dose adalah langkah penting dalam mencegah penyakit seperti Campak, Polio, dan Difteri. Namun keberhasilannya tidak ditentukan oleh status “pilot project”, melainkan oleh keseriusan implementasi di lapangan.

Jika Kabupaten Lampung Selatan benar-benar ingin menjadi contoh, maka yang dibutuhkan bukan hanya komitmen dalam pidato, tetapi keberanian membenahi sistem secara menyeluruh—dari hulu ke hilir. Tanpa itu, label percontohan berisiko menjadi simbol prestise tanpa substansi.

Ruang News Indonesia — Berita dan Informasi Terbaru, Terupdate, dan Terpercaya

#RuangNewsIndonesia #LampungSelatan #Imunisasi #ZeroDose #KesehatanAnak #PelayananPublik #KritikKebijakan #IndonesiaEmas2045

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *