Oleh : Redaksi Ruang News Indonesia
Lampung Selatan, Ruang News Indonesia – Data berbicara lantang.
Jalan di Katibung berbicara pelan—lewat lubang dan kubangan.
Realisasi investasi Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 melampaui target. Hingga akhir Triwulan IV 2025, nilai investasi tercatat mencapai Rp3,040 triliun atau 115 persen dari target Rp2,64 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui laman resmi data.bkpm.go.id, capaian tersebut menempatkan Lampung Selatan sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Lampung pada 2025—meski masih di bawah Bandar Lampung yang mencatat Rp3,835 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, menyampaikan realisasi Rp3,040 triliun tersebut menunjukkan tren positif pertumbuhan investasi daerah.
Komitmen Radityo Egi Pratama bersama M. Syaiful Anwar disebut menjadi faktor utama, terutama dalam percepatan perizinan dan strategi promosi jemput bola. Fokus 2026 diarahkan pada pengembangan Kota Kalianda sebagai wajah ibu kota kabupaten dengan branding kawasan pariwisata premium, termasuk penguatan sektor agroeduwisata.
Secara sektoral, investasi didominasi listrik, gas dan udara, industri makanan, serta perdagangan dan reparasi. Dampaknya, tercatat 4.209 tenaga kerja terserap sepanjang 2025.
Angka-angka itu impresif. Tidak terbantahkan.
Namun pada hari mahasiswa berdiri di depan kantor bupati menyampaikan aspirasi, kepala daerah tidak berada di tempat. Di ruang demokrasi yang seharusnya dialogis, yang hadir justru barisan aparat dan pagar protokol.
Satirnya tipis namun terasa:
Pemerintah begitu dekat di baliho dan media sosial, tetapi terasa jauh di depan gerbang kantornya sendiri.
Dan beberapa kilometer dari pusat pemerintahan, di Dusun Wonodadi, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung—wilayah yang berbatasan langsung dengan Bandar Lampung—realitasnya berbeda.
Jalan Kidul Raya, akses vital penghubung menuju Jalan Lintas Sumatera, rusak parah. Lubang dalam, genangan air, drainase tak berfungsi. Warga menyebut kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun. Usulan diajukan berulang kali, namun aspal baru tak kunjung datang.
Ironi pembangunan muncul di sana:
Grafik investasi menanjak, badan jalan terperosok.
Opini ini tidak menafikan capaian investasi. Justru keberhasilan tersebut akan terasa utuh bila diikuti pemerataan infrastruktur dasar. Investasi bukan hanya tentang nominal triliunan, tetapi tentang dampaknya yang menyentuh jalan poros desa, keselamatan pengendara, dan kelancaran distribusi hasil bumi.
Kemajuan daerah tidak semata diukur dari target yang terlampaui. Ia juga diuji saat mahasiswa mengetuk pintu kantor, dan saat warga melintasi jalan tanpa takut terjungkal.
Karena legitimasi bukan hanya dibangun dari angka yang tinggi—
melainkan dari keberanian hadir, dan dari lubang yang benar-benar ditutup.
Ruang News Indonesia
Berita dan Informasi Terbaru, Terupdate, dan Terpercaya.
#RuangNewsIndonesia #OpiniNasional #LampungSelatan #Investasi2025 #Katibung #JalanKidulRaya #Demokrasi #Infrastruktur













